Taman Tirtonadi aslinya masih satu lokasi sama Taman Bendungan Tirtonadi. Masih sama-sama di kawasan Bendung Tirtonadi Solo. Cuma yang ini posisinya lebih dekat ke Terminal Bus. Percis ada di seberangnya. Kedua RTH ini cuma dipisahin Kali Anyar. Hakikatnya tetap satu.
Pendahuluan
Sesuai janji di akhir pembahasan sebelumnya tentang Bendung Tirtonadi Solo masih akan lanjut lagi sampe jadi sebuh Trilogi. Ini adalah part ke-2 nya. Dimana kita akan lebih fokus ke Taman yang masih bagian dari Bendung Tirtonadi Solo.
Sebenarnya Taman Bendungan Tirtonadi udah dibahas di situ. Sengaja lebih fokus ke taman yang posisinya di Jalan Popda itu, karena bahasan utamanya adalah Bendung Tirtonadi Solo. Baik yang itu maupun yang mau kita bahas sekarang fungsinya sama yaitu Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Lantas apa yang jadi pembeda di antara keduanya?
Dwifungsi Bendung Tirtonadi Solo
Seperti yang udah dijelasin sebelumnya, Bendung Tirtonadi Solo punya dua fungsi sekaligus. Pertama sebagai bendungan karet yang mengendalikan aliran tiga sungai di Kota Solo, yaitu Kali Pepe, Kali Gajah Putih, dan Kali Anyar.

Menggunakan sistem bendungan karet yang bisa ngembang-kempes. Waktu musim hujan gelembung karet akan dikempesin buat ngelancarin aliran sungai. Begitu masuk musim kemarau karetnya di gelembungin lagi buat naikin permukaan air yang nantinya bisa buat cadangan air.
Fungsi kedua sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) berbentuk taman, yang juga bisa jadi destinasi wisata gratisan. Kedua taman ini dipisahin sama aliran Kali Anyar yang mengarah ke Timur terus bermuara di Sungai Bengawan Solo di daerah Jurug, dekat Jebres.
Meski satu lokasi, kalo kamu liat Google Maps, taman ini punya dua nama. Pertama, Taman Bendungan Tirtonadi yang ada di sisi utara dekat Jalan Popda. Nama itu jelas mengacu pada Bendung Tirtonadi Solo.
Kedua, Taman Tirtonadi di sisi sebelah selatan. Kenapa nggak pake embel-embel Bendungan? Boleh jadi karena tepat diseberangnya ada terminal bus terbesar di Kota Solo.
Taman Tirtonadi Disebut Juga Taman Selatan.
Entah mana yang benar tapi coba kita ngikutin dulu aja ya apa kata si Mbah yang satu itu. Memang sih sekilas si Mbah itu kaya halu. Padahal mah sama-sama aja.

Di maps, taman yang diseberang terminal bus itu namanya Terminal Tirtonadi. Nah inilah yang bikin bingung kalo pake mazhab dua nama. Sebenarnya sah-sah aja nyebut Taman Tirtonadi buat RTH yang nempel sama Bendung Tirtonadi Solo ini. Sama aja kan?
Tapi kalo mau sedikit dibedain harusnya bisa pake arah mata angin. Di sisi utara atau Jalan Popda nggak harus namanya Taman Bendungan Tirtonadi Solo kan? Biar gampang sebut aja Taman Utara, udah gitu aja! si Mbah juga bisa halu lho, atau juga manut editan orang.
Nah yang seberang terminal itu sebut aja Taman Selatan. Wong posisi aja ada di selatan Kali Anyar. Oke ya, sampe sini sepakat kita sebut taman ini sebagai Taman Tirtonadi. Pinjam istilah Kaskus, Setubuh Gan!
Taman Tirtonadi : Bendungan dan Terminal Bus Jadi Pembeda?!
Jawaban kedua selain arah mata angin adalah keberadaan terminal bus terbesar di Kota Solo sekaligus Transit Oriented Development (TOD) yakni Terminal Tirtonadi Solo.
Kenapa yang di selatan namanya Taman Tirtonadi sedangkan di utara justru pake embel-embel Bendungan? Bisa jadi memang iya yang selatan posisinya di seberang Terminal Tirtonadi. Sedangkan utaranya itu di gerbang masuk utama Bendung Tirtonadi Solo.
Itu kalo memang tetap keukeuh mau ngikutin Mbah Google ya. Nggak ada larangan kok. Tapi ya, namanya Taman Tirtonadi itu tetap aja satu. Sisi utara atau selatan sama aja. Bedanya cuma di posisi aja. Utara pintu utama bendungan dan selatan seberang terminal.

Keduanya cuma dipisahin sama Kali Anyar. Untuk pindah dari utara ke selatan dan sebaliknya bisa lewat jalur pedestrian di Jembatan Keris. Sedangkan jembatan kaca itu area terbatas buat pegawai BBWS Bengawan Solo aja yang ngelola Bendung Tirtonadi Solo.
Kesimpulan
Jadi pada hakikatnya, Taman Tirtonadi itu satu. Baik sisi utara yang jalan Popda dan di Pintu Utama Bendung Tirtonadi Solo, maupun sisi selatan yang seberang Terminal Tirtonadi. Kedua sisi terpisah sama aliran Kali Anyar.
Adanya dua nama berbeda di Google Maps itu sebenarnya masih merujuk ke Pintu Masuk Bendungan itu dan Terminal Bus. Terserah mau ikut yang mana tapi pada hakikatnya taman ini tetap satu.
FAQ dan Foto Asli Taman Tirtonadi
Berikut adalah berbagai pertanyaan yang sering ditanyakan berkaitan sama Taman Tirtonadi. Di sini kami juga kasih foto-foto aslinya, buat ngelengkapin foto makeover di pembahasan.
Apakah Taman Tirtonadi dan Taman Bendungan Tirtonadi itu sama?
- Ya betul sekali, keduanya sama dan pada hakikatnya satu nama aja yaitu Taman Tirtonadi. Lokasi keduanya pun satu di kompleks Bendung Tirtonadi Solo dan difungsikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk kegiatan pariwisata
Apakah Taman ini Buka 24 Jam?
- Taman Tirtonadi seperti taman lainnya buka 24 jam. Jadi kamu bisa berkunjung kapan aja. Tapi tetap pertimbangkan faktor keamanan juga ya.
Berapa Harga Tiket Masuknya ?
- Destinasi wisata ini Gratis. Cocok jadi alternatif buat kamu yang pengen hemat budget. Apalagi di seberang Terminal Bus Tirtonadi yang sekaligus Transit Oriented Development (TOD) terintegrasi Stasiun Solo Balapan lewat skybridge.
Gimana Cara Pindah Dari Utara ke Selatan
- Untuk pindah dari sisi utara ke selatan, dan sebaliknya, kamu bisa gunakan area pedestrian yang ada di Jembatan Keris. Jembatan ini penghubung perempatan Terminal Tirtonadi dan Simpang Nusukan.


Leave a Reply