Kereta Api Mutiara Timur, Legenda yang Penuh Dinamika (Dulu Raja Timur)

Kereta Api Mutiara Timur Legenda yang Penuh Dinamika (Dulu Raja Timur)

Bukan cuma legenda, Kereta Api Mutiara Timur pernah jadi Raja di Lintas Timur Tapal Kuda. Sayang setelah perpanjangan ke Jogja malah alami kemunduran. Bahkan sampe ke titik nadir. Balik lagi jelang akhir 2024 dan sekarang udah pake sarana Ekonomi New Generation.

Intro

Siapa nggak kenal legenda yang satu ini? Satu dari tiga “keluarga Mutiara” yang pernah jadi kereta unggulan PJKA Explorasi Timur sekitar tahun 1970-an. Namun ternyata pengabdian sang legenda di perkeretaapian Indonesia penuh dinamika.

Mulai perubahan layanan kelas, rute yang diperpanjang dan berujung turunnya okupansi, sampe pernah nggak beroperasi sama sekali gegara nggak punya sarana. Sekarang sih udah balik lagi ya. Bahkan jadi andalan di wilayah Tapal Kuda karena market yang udah kebentuk sejak lama.

Siapakah sang legenda yang dimaksud? Kalo memang berasal dari “Keluarga Mutiara”, kira-kira Kereta Mutiara yang mana ya?

Sekilas Tentang “Keluarga Mutiara”

Nah sebelum kenalan sama sang legenda, ada baiknya kita kenalan dulu sama “Keluarga Mutiara” di perkeretaapian Indonesia. Nama memang sama, tapi rute dan jalur yang dilewatinya beda. Keluarga Mutiara ini memang punya sejarah panjang dan mulai eksis di dekade 1970-an.

  • KA Mutiara Utara, melayani rute Surabaya Pasar Turi – Gambir PP. Secara nggak langsung, kereta ini merupakan “pesaing” KA Bima yang jadi primadona lewat kereta tidurnya waktu itu. Namun Mutiara Utara menawarkan perjalanan yang lebih cepat tanpa lewat lintas pegununga.
  • KA Mutiara Selatan, di rute Surabaya Gubeng – Bandung PP. Selama dua dekade jadi “Raja Selatan” sampe posisinya dikudeta oleh Argo Wilis sejak 1998.
  • Kereta Api Mutiara Timur. Dibanding dua saudaranya, kereta ini punya layanan kelas yang lebih rendah, meski masih masuk jajaran kereta unggulan.

Berikut adalah detail Keluarga Mutiara di awal masa dinas:

NoNama KeretaRuteAwal DinasLayanan Kelas
1Mutiara UtaraSurabaya Pasar Turi – Gambir PP26 September 1971Eksekutif
2Mutiara SelatanSurabaya Kota – Bandung PP17 Agustus 1972Eksekutif dan Bisnis
3Mutiara TimurSurabaya Kota – Banyuwangi PP6 Maret 1973Bisnis dan Ekonomi

Sayang dari ketiga ini, tinggal Mutiara Selatan dan Mutiara Timur yang masih dinas sampe sekarang. Nah, yang akan kita bahas sekarang adalah Kereta Api Mutiara Timur dengan segala dinamikanya.

Kereta Api Mutiara Timur dan Konektivitas Jawa Bali via Jalur Rel

Wah Jawa Bali bisa naik kereta? Bukannya nyeberang laut ya? Memang betul nyeberang laut tapi bukan berarti nggak bisa naik kereta. Nah konektivitas antara Jawa dan Pulau Dewata lewat jalur rel kereta sebenarnya udah terbangun sejak era kolonial.

Di masa kemerdekaan, konektivitas itu makin kuat lewat pengoperasian Kereta Api Mutiara Timur pada 6 Maret 1973. Waktu itu kereta ini hadir dengan layanan kereta bisnis (BW) dan ekonomi (CW) yang sedikit anomali. Dimana ya anomalinya?

Biasanya kereta ekonomi era PJKA itu stamformasi kursinya 2-3 pake kursi rotan. Nah yang dipake kereta ini yang 2-2. Meski bentukannya sama pake rak bagasi di atasnya. Kereta bisnis-nya pun sama. Bedanya cuma kursinya yang lebih empuk aja. BW ini retrofit dari CW buatan Austria.

Satu rangkaian Kereta Api Mutiara Timur terdiri dari 3 kereta ekonomi (CW), 1 kereta makan kelas 3 (CFW), dan 2 kereta bisnis (BW). Ditarik lokomotif BB301, 303, dan 304. Kenapa cuma bawa rangkaian pendek dan lok BB pula?

Gambaran rangkaian di era PJKA hasil Ai (Foto Asli Nggak Tersedia)

Prasarana di Tapal Kuda masih pake rel tipe R2, R3, dan R14. Dimana kereta cuma bisa melaju 45 km/jam dan waktu tempuh perjalanan 6,5 jam. Bahkan buat upgrade ke 55 km/jam aja, ada upgrade juga di sisi prasarana.

Meski sekilas terlihat paling rendah diantara saudara-saudaranya, kereta ini sangat diandalin terutama sama wisatawan yang pengen lanjut ke Bali.

PJKA waktu itu memang nyiapin transportasi lanjutan menuju Pulau Dewata naik Bus Damri yang naik ke Ferry Penyeberangan di Pelabuhan Boom. Nggak hanya itu, PJKA pernah mengoperasikan KMP Blambangan khusus layani koridor Selat Bali sampe tahun 1989.

Kereta Api Mutiara Timur dengan format campuran bisnis-ekonomi ini tetap bertahan sampe memasuki awal dekade 1990-an.

Perubahan Rute di Era PJKA tahun 1985

Nggak banyak catatan atau referensi tentang sepak terjang Sang Legenda di era PJKA. Kita cuma tau satu hal yaitu kereta campuran bisnis-ekonomi yang ditarik lokomotif diesel hydraulic jenis BB 301, 303, atau 304. Itupun dokumentasinya nggak banyak tersedia.

Cuma ada satu yang pasti yaitu perubahan rute. Jadi gini awalnya Kereta Api Mutiara Timur kan dari Stasiun Banyuwnagi ke Stasiun Surabaya Kota dan sebaliknya.

Tahun 1984, PJKA Eksploitasi Timur bikin jalur baru dari Kabat ke Ketapang yang tujuannya buat dukung Pelabuhan Penyeberangan baru di sana. Jalur ini mulai beroperasi tahun 1985. Bersama dua stasiun tambahan yakni Karangasem dan Argopuro, tambah Banyuwangi Baru di dekat pelabuhan1.

Nah mulai tahun 1985, rutenya berubah jadi Banyuwangi Baru-Surabaya Kota PP. Sebagai tambahan nama Stasiun Banyuwangi Baru berubah di Gapeka 2019 jadi Ketapang. Hal yang sama terjadi di Karangasem yang ganti nama jadi Banyuwangi Kota.

Kereta Api Mutiara Timur Jadi Raja di Tapal Kuda

Tahun 1996, sang legenda melakukan rebranding dan merubah kelasnya jadi campuran bisnis-eksekutif. Sejak saat itu, ditambah market yang udah kebentuk sejak lama, kereta ini jadi Raja di Tapal Kuda. Keberadaannya di lintas Bangil-Ketapang (Banyuwangi) nyaris nggak ada pesaing.

Kalopun ada palingan nggak lebih dari kereta ekonomi kaya Probowangi (Surabaya-Ketapang2) dan Tawang Alun (Malang-Ketapang) yang sempat didahului Rengganis (Kediri-Ketapang).

Sang legenda jadi satu-satunya anggota keluarga Mutiara yang jadi Raja setelah saudara-saudaranya harus kehilangan tahta. Terutama sejak 1998.

Mulai dari Mutiara Utara yang purnatugas Oktober 1996 (digantikan Sembrani), dan Mutiara Selatan yang harus rela dikudeta Argo Wilis dari posisinya sebagai Raja Selatan di tahun 1998.

Berangkat dari Stasiun Surabaya Gubeng

Pindah ke Stasiun Surabaya Gubeng

Di era Perumka, Kereta Api Mutiara Timur juga mengalami perubahan rute. Bedanya kali ini nggak lagi nyampe Stasiun Surabaya Kota. Perjalanan Sang Legenda berakhir di Stasiun Surabaya Gubeng.

Kalopun sampe ke Surabaya Kota, biasanya cuma buat nyimpan sarana. Stasiunnya sendiri lebih fokus ke kereta komuter lokal dan udah pake gedung Indo Plaza. Hal ini juga masih berlangsung sampe sekarang. Meski bangunan lama Stasiun Surabaya Kota udah di revitalisasi.

Berbagai Dinamika Sang Legenda (Sempat Jatuh Sampe Titik Nadir)

Persaingan di lintas Tapal Kuda memang nggak terlalu keras lintas yang lain. Tapi lambat laun juga ada kereta lain yang non-ekonomi PSO beroperasi di sana. Terutama setelah pergantian millenium. Kereta Api Mutiara Timur masih bertahan sebagai campuran eksekutif-bisnis sampe 2018.

Kalo bicara soal dinamika Sang Legenda, itu udah terjadi di era PJKA dan Perumka. Tapi masih sebatas perubahan rute ke Ketapang atau potong jadi cuma sampe Stasiun Surabaya Gubeng.

Paling banyak justru di era KAI. Kaya apa sih dinamikanya? Apa iya pernah ada di titik nadir? Berikut ulasannya!

Kereta Api Mutiara Timur Stainless Steel Generasi ke-1 (SSG1)

15 Desember 2018, sang legenda kebagian sarana baru Stainless Steel Generasi ke-1 (SSG1) campuran Eksekutif dan Premium. Hal itu makin mempertegas posisinya sebagai Raja di Tapal Kuda. Apalagi dengan tampilan barunya.

Di saat hampir bersamaan mulai muncul saingan yang juga komersial. Misalnya Kereta Api Wijayakusuma yang awalnya cuma Cilacap-Jogja, jadi Cilacap-Ketapang PP. Di segmen Jember juga muncul yang namanya Ranggajati (Cirebon-Jember PP)3.

Di sini lintas timur udah nggak sama lagi kaya dekade 1970 sampe 1990-an. Semuanya udah upgrade, kecuali persinyalan yang masih mekanik.

Rute Diperpanjang Ke Jogja Malah Jadi Kemuduran

Benar kata pepatah, semakin tinggi pohon semakin kencang angin yang menerjang. Ini juga berlaku di Kereta Api Mutiara Timur. Gapeka 2019 mulai berlaku dan sang legenda masih ada di singgasana dan puncak kejayaan. Apalagi jadi satu-satunya stainless steel di Lintas Timur.

Namun petaka itupun datang. Tanggal 1 Maret 2020 kasus pertama Covid-19 ditemukan di Indonesia. Menandai masuknya periode Pandemi yang nggak jelas kapan beresnya. Mobilitas juga dibatasi. Singgasana Sang Raja Timur mulai berguncang.

PT. KAI memberlakukan Gapeka 2021 dan memperpanjang rute Kereta Api Mutiara Timur ke Jogja. Tujuannya untuk menjaga bahkan diharapkan lebih naikin okupansi di saat pembatasan perjalanan jarak jauh yang ketat. Sayangnya itu nggak berhasil.

Perpanjangan ke Jogja malah bikin Kereta Api Mutiara Timur mengalami kemunduran. Jadwal yang cuma ada malam dan harganya juga jadi mahal. Melebihi Kereta Api Wijayakusuma yang relasinya lebih jauh. Alhasil okupansinya menurun.

Koridor Surabaya Vorstenlanden sendiri tingkat persaingannya sangat ketat. Bisa dibilang Sang Legenda dipaksa pindah dari Blue Ocean yang tenang dan persaingan yang kecil ke Red Ocean yang berdarah-darah4.

Kereta Api Mutiara Timur : Dari Raja Jadi Anak Tiri

Puncak dari kejatuhan sang legenda terjadi di bulan Maret 2022. Sarananya balik lagi jadi mild steel campuran eksekutif dan ekonomi plus kemenhub. Fix di sini Raja Timur itu jatuh dari singgasananya. Suatu kemunduran total yang nggak bisa dibantah lagi.

Bukan sekedar downgrade sarana, Kereta Api Mutiara Timur harus berbagi sarana sama Kereta Api Joglosemarkerto yang ke Cilacap, atau Bogowonto di rute Lempuyangan – Jakarta Pasar Senen. Miris banget ya? Dari Raja jadi Anak Tiri yang dipaksa berbagi jatah.

Sang Legenda Di Titik Nadir

Gongnya menjelang akhir tahun 2022. Sarana yang biasa dipake itupun malah dikasih ke KA Blambangan Ekspres. Kereta baru yang waktu itu layani rute Ketapang – Semarang Tawang PP.

Sang Legenda benar-benar ada di titik nadir. Udah mah downgrade, jadi anak tiri, sekarang nggak ada sarana sama sekali! Status Kereta Api Mutiara Timur jadi fakultatif dan cuma ngarepin rangkaian sisaan sekedar buat dinas.

Titik Terang Kereta Api Mutiara Timur di Tahun 2024

Setelah terpuruk selama dua tahun, titik terang akhirnya muncul di tahun 2024. Boleh jadi operator sadar Kereta Api Mutiara Timur sejatinya udah ada market sendiri yang udah lama terbentuk di Tapal Kuda.

Sang legenda akhirnya dinas lagi di masa libur panjang Idul Fitri dan Idul Adha. Meski cuma jadi kereta tambahan. Benar kebagian rangkaian sisa tapi sebagiannya nggak kaleng-kaleng lho.

Sarana yang dipake Kereta Api Mutiara Timur waktu jadi kereta tambahan memang full ekonomi. Tapi gabungan antara ekonomi plus kemenhub yang 64 pax (difable) dan ekonomi new Generation 72 pax. Sekilas kaya balik lagi ke tahun 1973.

Tapi seiring berjalannya waktu, ekonomi plus kemenhub nya diganti eksekutif. Sampe Agustus 2024, Kereta Api Mutiara Timur statusnya masih fakultatif yang dinas di waktu tertentu. Meskipun begitu, rutenya udah balik lagi di Ketapang – Surabaya Gubeng PP5.

September Ceria, The Legend Is Back!

Puluhan mungkin ratusa purnama harus dilewati mantan Raja yang udah jadi rakyat biasa untuk bisa dinas lagi secara reguler. Hari itupun tiba, tanggal 1 September 2024 Kereta Api Mutiara Timur dinas lagi dan melayani pelanggan setianya di segmen Tapal Kuda.

Sarananya juga balik ke tahun 1990-an yaitu campuran eksekutif-bisnis. Terlepas dari itu pake punya Baturraden Ekspres yang di waktu bersamaan berhenti dinas gegara okupansinya rendah. Status Sang Legenda memang masih fakultatif, tapi sejak itu dinasnya reguler.

Kereta Api Mutiara Timur Balik ke Jajaran Elite (Bukan Lagi Raja)

Nggak usah nunggu terlalu lama, tanggal 11 Desember 2024 Kereta Api Mutiara Timur ganti sarana kereta bisnis nya yang udah tua ke ekonomi New Generation. Sejak itu jadi campuran eksekutif dan ekonomi new generation.

Meskipun New Generation nya modifikasi Balai Yasa Manggarai, itu udah cukup buat balikin lagi Sang Legenda ke jajaran elite di Tapal Kuda. Meski bukan lagi Raja di sana. Predikat itu udah lama diambil sama Kereta Api Wijayakusuma, terus pindah ke KA Blambangan Ekspres.

Kereta Api Mutiara Timur Jadi Elite Lagi Kebagian Ekonomi New Generation

Sekarang yang jadi Raja di Tapal Kuda adalah Kereta Api Sangkuriang yang punya layanan Compartment Suite. Ditambah Eksekutif dan Premium Stainless Steel Generasi ke-1 (SSG1).

Itu juga masih berbagi tahta sama Kereta Api Ranggajati di segmen Jember dengan Stainless Steel New Generation (SSNG) campuran Eksekutif dan Ekonomi.

Tapi itu bukanlah masalah. Karena Kereta Api Mutiara Timur udah lama melekat sama masyarakat Tapal Kuda di segmen Surabaya-Banyuwangi. Meskipun yang jalan reguler cuma dua perka: Pagi dari Surabaya dan Malam dari Ketapang.

Memang masih ada Kereta Api Mutiara Timur Fakultatif juga yang jalan tiap periode liburan yang kebalikannya. Untuk fakultatif sarananya full eksekutif.

Timeline Kereta Api Mutiara Timur

Sebagai kesimpulan dari konten ini, Kereta Api Mutiara Timur adalah pelayan masyarakat Tapal Kuda sejak lama dan traveler yang mau melancong ke Bali. Dulu Sang Legenda adalah Raja Timur. Sayang perpanjangan rute ke Jogja justru menjatuhkannya dari singgasana.

Bukan aja jatuh tapi nelangsa, dari Raja jadi Anak Tiri yang harus berbagi sarana sama kereta lain. Puncak nestapa itu waktu sarananya dikasih ke kereta baru di Pantura. Sang Legenda ada di titik nadir.

Namun coba bangkit lagi sebagai kereta tambahan dan September 2024 sang legenda akhirnya balik lagi seperti sediakala. Kembali melayani warga Tapal Kuda dan Traveler Bali. Bahkan kini balik jajaran elite meski bukan lagi Raja.

Nah buat melengkapi kesimpulan di atas, berikut adalah timeline perjalanan Sang Legenda Kereta Api Mutiara Timur dengan segala dinamikanya:

TahunRuteSarana KeretaLokomotifKeterangan
1973Banyuwangi-Surabaya KotaBisnis-EkonomiBB301, 303, 304
1985Ketapang-Surabaya KotaBisnis-EkonomiBB301, 303, 304Jalur Baru Kabat-Ketapang
1996Ketapang-Surabaya GubengEksekutif-BisnisBB301, 303, 304, CC201, 203
2014Ketapang-Surabaya GubengEksekutif-BisnisCC201, 203, 206
2018Ketapang-Surabaya GubengEksekutif-Premium (SSG1)CC206
2021Ketapang-YogyakartaEksekutif-Premium (SSG1)CC206Perpanjang Relasi
2022Ketapang-YogyakartaEksekutif-Ekonomi Plus KemenhubCC201, 203Sampe akhir November 2022
2023Ketapang-YogyakartaN/AN/AFakultatif tanpa dukungan sarana bahkan sejak Desember 2022
2024Ketapang-Surabaya Pasar TuriEkonomi Plus Kemenhub (Difabel) – Ekonomi New Generation ModifikasiCC201, 203Fakultatif sebagai kereta tambahan
2024Ketapang-Surabaya Pasar TuriEksekutif-BisnisCC201, 203Fakultatif tapi dinas reguler dan punya sarana sendiri per 1 September 2024 (ex-Baturraden Ekspres)
2024Ketapang-Surabaya Pasar TuriEksekutif-Ekonomi New Generation ModifikasiCC201, 20311 Desember 2024 dapat sarana Ekonomi new Generation Modifikasi 72 pax
2025Ketapang-Surabaya Pasar TuriEksekutif-Ekonomi New GenerationCC201, 203Dinas Reguler ditambah Fakultatif6 yang sarananya Full Eksekutif

Jadwal Kereta Api Mutiara Timur

Mau traveling bareng Sang Legenda? Berikut jadwal perjalanan Kereta Api Mutiara Timur mulai 1 Februari 2025 (Gapeka 2025). Terdiri dari Jadwal Reguler (209A-210A) dan Fakultatif:

Kereta Api Mutiara Timur Reguler 209A-210A

KA 209ADatangBerangkatKA 210ADatangBerangkat
Surabaya Pasar Turi09:00Ketapang22:00
Surabaya Gubeng09:1609:24Banyuwangi Kota22:1322:15
Sidoarjo09:5009:53Rambipuji22:2722:29
Bangil10:1810:25Temuguruh22:4122:23
Pasuruan10:4310:47Kalisetail22:5222:58
Grati11:0011:07Kalibaru23:1523:17
Probolinggo11:2811:34Jember00:1700:22
Klakah12:0612:09Rambipuji00:3200:34
Tanggul12:3712:39Tanggul00:4900:51
Rambipuji12:5512:57Klakah01:1901:23
Jember13:0813:17Probolinggo01:5301:58
Kalibaru14:1814:20Pasuruan02:2902:45
Kalisetail14:3814:40Bangil03:0303:06
Temuguruh14:4914:51Sidoarjo03:2903:31
Rogojampi15:0315:06Wonokromo03:5003:52
Banyuwangi Kota15:1915:23Surabaya Gubeng04:0004:04
Ketapang15:37Surabaya Pasar Turi04:19

Kereta Api Mutiara Timur Fakultatif (211-212F)

KA 211FDatang BerangkatKA 212FDatangBerangkat
Surabaya Gubeng21:50Ketapang08:40
Sidoarjo22:1822:21Banyuwangi Kota08:5308:55
Porong22:3222:38Rogojampi09:0709:09
Bangil22:5222:56Temuguruh09:2109:23
Pasuruan23:1323:15Kalisetail09:3209:34
Probolinggo23:4623:49Kalibaru09:5109:53
Klakah00:1700:19Jember10:5611:01
Tanggul00:4500:53Rambipuji11:1211:14
Rambipuji01:0801:10Tanggul11:3111:33
Jember01:2001:25Klakah12:0212:06
Kalibaru02:2602:28Probolinggo12:3612:41
Kalisetail02:4602:48Pasuruan13:1213:14
Temuguruh02:5702:59Bangil13:3213:44
Rogojampi03:1103:13Sidoarjo14:0814:12
Banyuwangi Kota03:2503:27Surabaya Gubeng14:38
Ketapang03:40

Catatan:

Siap Traveling Bersama Sang Legenda?

Nah sekarang siapkah kamu traveling bersama sang legenda Tapal Kuda, Kereta Api Mutiara Timur? Yuk langsung cek harga dan booking tiket nya di Sistem Reservasi Online (SRO) kami. Langsung klik aja tombol di sebelah!


  1. Transportasi lanjutan ke Pulau Bali masih tetap lanjut di Pelabuhan Ketapang yang baru. Tahun 1989 PJKA Laut ditutup dan seluruh asset nya dialihkan ke ASDP. Meskipun begitu, layanan transportasi lanjutan ke Bali masih tetap jalan sampe akhir tahun 2014. Jadi setiap beli tiket Kereta Api Mutiara Timur itu udah sekalian transportasi lanjutannya: kapal penyeberangan ASDP dan Bus Damri. ↩︎
  2. Nama Stasiun Ketapang di tahun 1996 atau era Perumka masih Banyuwangi Baru. Barulah di Gapeka 2019 namanya berubah jadi Ketapang. ↩︎
  3. Sejak era Perumka sebenarnya udah ada Logawa di segmen ini. Tapi belum masuk hitungan karena masih kereta ekonomi reguler. ↩︎
  4. Nggak hanya bersaing sama Wijayakusuma, di rute yang sama ada Kereta Api Sritanjung. Meskipun kereta ekonomi PSO dan berhentinya di Lempuyangan, okupansinya nggak bisa dianggap enteng. Terlepas di masa pandemi juga mengalami namanya pembatasan. ↩︎
  5. Kalopun misalnya perpanjangan ke Jogja itu buat nemenin Sritanjung tetap aja nggak ketemu. Pasalnya, baik Kereta Api Mutiara Timur maupun Sritanjung udah ada market sendiri-sendiri. Kayanya udah cukup di Tapal Kuda aja, ditemani Probowangi. ↩︎
  6. Kereta Api Mutiara Timur Fakultatif rutenya Ketapang – Surabaya Gubeng PP. ↩︎

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *