Jembatan Keris Tirtonadi adalah bagian penting dari Taman Tirtonadi. Bukan sekedar jalur penghubung dua taman yang kepisah aliran Kali Anyar, itu juga akses jalan alternatif ke Karanganyar lewat Simpang Joglo. Tugu Keris nya sendiri jadi landmark baru Kota Solo.
Introduction
Nah, kita udah beres bahas Bendung Tirtonadi dan Taman Tirtonadi. Dua-duanya punya peranan penting. Bendung Tirtonadi yang pake sistem bendungan karet itu sebagai pengendali banjir Kota Solo. Posisinya tepat di pertemuan Kali Pepe, Kali Gajah Putih, dan Kali Anyar.
Terus ada Taman Tirtonadi yang nggak bisa dipisahin dari Bendungan itu. Taman yang ada dua sisi di utara dan selatan ini berfungsi sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Destinasi wisata tengah kota yang bisa kamu nikmati secara gratis.
Tapi ada satu lagi yang nggak kalah pentingnya. Bahkan bangunan yang satu ini berkaitan erat sama kebudayaan setempat. Sebuah simbol budaya yang udah ditetapin sebagai warisan budaya oleh UNESCO. Simbol itu dijadiin tugu di tengah bangunan tersebut.
Kira-kira bangunan apa ya, yang masih nyambung sama Bendung Tirtonadi dan Taman Tirtonadi Solo itu?
Jembatan Keris Tirtonadi : Bareng Bendungan dan Taman
Ternyata barengan sama Bendung Tirtonadi dan Taman Tirtonadi, Jembatan Keris Tirtonadi ikutan dibangun. Sama-sama dibangun mulai 2016 sampe 2018 terus dibuka tahun 2019. Disini jelas ya ketiganya merupakan satu bagian penting. Tiga serangkai nggak terpisahkan.
Masing-masing ketiganya punya fungsi berbeda sebagai berikut:
| No | Nama Bangunan | Fungsi |
| 1 | Bendung Tirtonadi | Bendungan karet sebagai pengendali banjir di titik pertemuan tiga aliran sungai, yakni: Kali Pepe, Kali Gajah Putih, dan Kali Anyar. Bendungan ini punya Jembatan Kaca. Cuma sayangnya nggak dibuka untuk umum. |
| 2 | Taman Tirtonadi | Taman atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) jadi destinasi wisata gratis buat warga lokal, wisatawan domestik dan internasional. Taman ini ada dua yaitu sisi utara yang nyambung akses bendungan di Jalan Popda dan sisi selatan seberang Terminal Tirtonadi. |
| 3 | Jembatan Keris Tirtonadi | Jembatan ini jadi akses penghubung taman utara dan selatan. Selain itu buat akses jalan raya dari simpang Tirtonadi ke simpang Nusukan, sampe akhirnya ke Karanganyar via Simpang Joglo. Jalur ini juga nyambung sama akses Tol Solo Kertosono. |
Jembatan Keris Tirtonadi Bagian Penting dari Taman Tirtonadi
Bukan cuma dibangun barengan. Jembatan ini ternyata merupakan bagian penting dan nggak bisa dipisahkan dari Taman Tirtonadi. Karena jadi penghubung antara taman utara di Jalan Popda dekat Nusukan dan taman selatan yang di seberang Terminal bus.

Apalagi dengan nggak boleh sembarangan orang masuk ke jembatan kaca di Bendung Tirtonadi Solo. Kecuali pegawai BBWS Bengawan Solo yang kerja di situ. Jadi aja Jembatan Keris Tirtonadi ini jadi satu-satunya harapan buat pindah dari satu sisi ke sisi yang lain.
Untungnya ada jalur pedestrian yang dibuat khusus. Jadi kamu nggak usah lagi khawatir dan was-was kesenggol kendaraan bermotor begitu jalan di atas jembatan yang menyeberangi Kali Anyar itu. Jalur pedestrannya tertata begitu rapi.
Jalur Alternatif ke Karanganyar via Simpang Joglo (Lingkar Utara)
Bukan cuma buat penghubung sisi utara dan selatan Taman Tirtonadi. Jembatan Keris Tirtonadi juga berfungsi buat jalur alternatif ke Karanganyar via Simpang Joglo.

Jadi gini, kalo dilihat di Maps, jembatan ini asalnya menghubungkan Simpang Tirtonadi dan Simpang Nusukan di seberang Kali Anyar. Nah dari situ jalannya bercabang dua. Belok kiri adalah Jalan Kapten Tendean. Nah jalan itulah yang tembus sampe ke Simpang Joglo.
Selain tembus Simpang Joglo, jika kamu telusuri lebih teliti lagi, kalo misalkan kamu pengen masuk ke Tol Solo Kertosono itu bisa jalan situ. Terus ke arah timur, jalannya ternyata tembus sampe ke wilayah Kabupaten Karanganyar setelah nyeberang Sungai Bengawan Solo tentunya.
Oh iya, ternyata jalan alternatif yang dimaksud adalah Ring Road Utara atau Jalan Lingkar Utara Solo. Jadi bisa disimpulkan Jembatan Keris Tirtonadi adalah akses ke Jalan Lingkar Utara Solo buat alternatif ke Karanganyar sampe akhirnya ke Ngawi di Jawa Timur.
Tugu Keris dari Warisan Budaya ke Landmark Kota Solo
Sampe di sini pastinya kamu penasaran dong kenapa kok namanya Jembatan Keris Tirtonadi? Kenapa bukan Jembatan Kali Anyar aja gitu?
Dua-duanya nggak salah. Jembatan ini juga punya nama Jembatan Kali Anyar. Lebih jelasnya kamu bisa cek foto aslinya di bagian akhir (Foto Asli). Cuma masalahnya gini, jembatan yang melintas di atas salah satu anak Sungai Bengawan Solo itu nggak hanya satu. Masih ada yang lain.
Nah buat ngebedain sama yang lain, jadilah Jembatan Keris Tirtonadi yang juga bagian dari Bendung dan Taman Tirtonadi Solo. Disebut Jembatan Keris karena ada Tugu Keris di tengah.
Keris Sebagai Warisan Budaya
Keris itu sendiri udah ditetapin sama UNESCO sebagai salah satu Warisan Budaya Indonesia. Selama ini yang kita tau keris itu identik dengan tanah Jawa, khususnya Bumi Mataram. Tentunya punya sejarah panjang yang nggak bisa diceritain di sini karena bakalan sangat panjang.
Kota Solo adalah Pusat nya Keris
Kota Solo dulunya berasal dari Desa Sala waktu Kraton Kasunanan Surakarta pindah dari Kartasura. Kalo udah ngomongin Kasunanan artinya nggak lepas dari pewaris Kesultanan Mataram, yang dibagi jadi dua lewat Perjanjian Giyanti. Bagian satunya lagi adalah Kesultanan Ngayogyakarta.
Surakarta lalu dibagi lagi jadi dua yaitu Kasunanan dan Mangkunegaran. Sama juga Yogyakarta yang akhirnya ada Kesultanan dan Pakualaman. Hal inilah yang di kemudian hari memuncullkan istilah Vorstenlanden atau tanah para Raja.
Balik lagi ke Keris, benda pusaka yang satu ini pusatnya memang di Surakarta alias Kota Solo. Inilah yang jadi dasar pembangunan Tugu Keris di tengah Jembatan Baru Kali Anyar yang jadi satu sama Bendungan Tirtonadi dan Taman Tirtonadi.
Terlepas dari ada pernyataan bahwa bangunan keris nya beda sama keris aslinya, ini udah cukup untuk menjadikannya punya nama Jembatan Keris Tirtonadi.
Landmark Baru Kota Solo
Hingga akhirnya tugu inipun jadi Landmark Baru Kota Solo. Dari posisinya aja ada di gerbang masuk, khususnya dari arah timur yang lewatin Jalan Lingkar Utara Solo. Juga yang pertama kali dilihat penumpang bus AKAP begitu akan masuk Terminal Tirtonadi. Termasuk Bus Solo Jogja yang tempo hari bikin story itu kan, hehehe.

Jadi mulai dari Keris yang punya sejarah panjang, identik sama Tanah Jawa terutama Bumi Mataram dimana posisi Kota Solo sebagai bagian dari Vorstenlanden salah satu pewaris kesultanan Mataram, ditetapkan jadi warisan budaya nasional sama UNESCO.
Nah dari situ dibangunlah Tugu Keris di tengah antara dua lajur jembatan baru di atas Kali Anyar. Pembangunan yang barengan sama Bendungan Tirtonadi dan Taman Tirtonadi. Dari situ kemudian jadi Jembatan Keris Tirtonadi.
Kesimpulan
Sebagai bagian dari Bendung Tirtonadi Solo yang punya dua fungsi, dimana salah satunya memunculkan Taman Tirtonadi, Jembatan Keris Tirtonadi punya tiga fungsi:
- Jalur Pedestrian Taman Tirtonadi. Seperti udah dibahas sebelumnya, Taman Tirtonadi itu terbagi dua. Pertama sisi utara di Jalan Popda yang juga akses utama ke Bendung Tirtonadi Solo. Kedua sisi selatan percis di seberang Terminal Bus. Keduanya kepisah Kali Anyar. Nah di sinilah jembatan berfungsi sebagai Jalur Pedestrian penghubung keduanya.
- Akses Jalan Lingkar Utara Solo (Ring Road Utara). Sekilas jembatan ini selain buat pedestrian juga penghubung Simpang Tirtonadi dan Nusukan. Tapi lebih dari itu juga merupakan akses ke Jalan Lingkar Utara Solo yang tembus ke Karanganyar hingga Ngawi. Jalan ini lewat Simpang Joglo dan di salah satu titik ada akses tol Solo Kertosono.
- Tugu Keris jadi Landmark Baru Kota Solo. Fungsi ketiga ini lebih ke simbol warisan budaya. Karena keris yang punya sejarah panjang, identik Tanah Jawa khususnya Kota Solo (Surakarta) yang jadi pewaris Kesultanan Mataram, dan udah ditetapin UNESCO sebagai warisan budaya punya Indonesia. Selain sekedar simbol, juga ada fungsi wisatanya secara masih bagian tak terpisahkan dari Taman Tirtonadi.
Oke dengan demikian selesailah sudah pembahasan tentang Bendung Tirtonadi Solo. Dimana bendungan karet, taman, dan jembatan jadi tiga serangkai di dalamnya. Ketiganya nggak bisa dipisahkan.
Foto Asli Jembatan Keris Tirtonadi
Oh iya, dari tadi kok ngeliat jembatannya kaya di Anime gitu ya? Penasaran nih kaya gimana sih wujud aslinya? Memang betul gambar jembatan yang jadi landmark baru Kota Solo ini udah diedit sampe munculin efek anime.
Nah kalo kamu penasaran sama foto aslinya, berikut adalah foto-foto asli dari Jembatan Keris Tirtonadi. Dimana kamu juga bakal nemuin bahwa ada nama lain yaitu Jembatan Kali Anyar. Penamaan Keris selain karena tugu juga buat bedain aja sama jembatan lainnya yang ada di aliran anak Sungai Bengawan Solo tersebut.
Kalo mau lihat foto-foto tadi lebih jelas lagi, bisa klik link berikut Foto Asli Jembatan Keris (3×4)


Leave a Reply