Wah ada kereta baru lagi nih! Namanya KA Anggrek mulai 9 Mei 2026. Eits tunggu dulu, brand boleh baru tapi tetap stok lama. Merupakan penyederhanaan nama dari Argo Bromo Anggrek. Nggak ada kaitannya sama kejadian belakangan.
Pendahuluan
Habis lebaran kok rame kereta baru ya. Seolah belum cukup sama layanan langsung dari Bandung ke Banyuwangi dalam wujud Kereta Api Sangkuriang. Ini mau muncul kereta baru lagi tertanggal 9 Mei 2026 nanti. Cuma bedanya, kereta ini dinasnya di Lintas Kereta Api Pantura. Dari Jakarta ke Surabaya.
Sayangnya, kereta ini sejatinya nggak bener-bener baru. Kalo Kereta Api Sangkuriang memang iya pure kereta dan layanan baru. Tapi ini beda, karena meski namanya baru tapi layanannya tetap sama. Kok bisa gitu ya? Apa nama kereta nya kalo gitu?
KA Anggrek dari Argo Bromo Anggrek (est.1997)
Nama atau brand emang baru, KA Anggrek. Tapi, taukah kamu kalo sebenarnya ini adalah KA Argo Bromo Anggrek yang udah eksis di perkeretaapian Indonesia dari tahun 1997. Bukan itu aja, nama tersebut juga udah terlanjur melekat sebagai layanan kereta nomor satu dan selalu menempati empat urutan teratas di Gapeka (kecuali Gapeka 2019).
Keberadaan KA Argo Bromo Anggrek tentu nggak bisa dilepaskan dari pendahulunya yakni KA Argo Bromo JS950. Bersama Argo Gede JB250, JS950 jadi pelopor kereta Argo di era Perumka (pertengahan 1990-an) yang waktu itu jadi kelas tersendiri.
JS950 kemudian merger sama KA Argo Bromo Anggrek tahun 1998 untuk penyederhanaan dan efisiensi layanan. Supaya nggak ada dualisme Argo di lintas dan rute yang sama. Kereta ini melayani rute Stasiun Gambir ke Stasiun Surabaya Pasar Turi, dan sebaliknya.
Pertama kali dinas KA Argo Bromo Anggrek gunakan sarana K1 97 yang waktu itu disebut kereta paling canggih dan modern. Udah gitu beda sendiri dari segi eksterior maupun fasilitasnya. Sayang seiring berjalan waktu, kereta Argo mulai kehilangan makna. Bahkan belakangan malah sama aja kaya eksekutif satwa pada umumnya.
Sejumlah Insiden Besar KA Argo Bromo Anggrek
Sejak awal dinas, KA Argo Bromo Anggrek sempat terlibat beberapa insiden besar yang makan korban nggak sedikit. Mulai dari Tragedi Petarukan Pemalang tanggal 2 Oktober 2010.
Dimana KA Argo Bromo Anggrek menyeruduk bagian belakang KA Senja Utama Semarang secara brutal sampe makan 3 kereta terbelakang. Makan korban sekitar 20 penumpang meninggal dunia. Waktu itu masih pake rangkaian gendut K1 97. Beberapa bulan sebelumnya, kereta ini juga sempat anjlok di Manggarai.
Pertengahan 2025 lalu, kereta ini anjlok lagi di Stasiun Pegaden Baru. Sundulan maut terjadi lagi di Tragedi Bekasi Timur 27 April 2026 kemarin. Kali ini giliran KRL Commuter Line yang jadi korban. Korbanya 16 penumpang yang semuanya wanita. Karena yang kesundul brutal kebetulan Kereta Khusus Wanita.
Nggak nyampe disitu aja, hanya selang beberapa hari si Raja Utara lagi-lagi makan korban. Bedanya kali ini menemper mobil pengantar rombongan jama’ah haji di daerah Grobogan dan menewaskan belasan orang di situ.

KA Anggrek Mulai 9 Mei 2026 dan Cocoklogi yang Menyertainya
Secara mengejutkan, pada hari Senin 4 Mei 2026 kemarin, PT. KAI ngasih pengumuman Argo Bromo Anggrek ganti nama jadi KA Anggrek mulai 9 Mei 2026. Jagad maya jadi heboh. Banyak pro kontra di sini. Nggak sedikit yang protes karena Argo Bromo Anggrek udah terlanjur melekat di benak mereka sejak lama.
Nggak sedikit pula yang pake ilmu cocoklogi dan mengaitkan sama sejumlah dua kejadian di Bekasi Timur dan Grobogan belum lama ini. Tentu juga sama Tragedi Petarukan Pemalang hampir 16 tahun lalu. Dimana ini jadi kecelakaan kereta terbesar nomor 3 di Indonesia setelah Tragedi Bintaro 1987 dan Ratujaya 1968.
Murni Penyederhanaan Nama, Layanan Masih Sama
Menurut PT.KAI, perubahan nama dari Argo Bromo Anggrek jadi KA Anggrek adalah murni penyederhanaan aja. Nggak ada hubungan sama kejadian ky Tragedi Bekasi Timur kemarin. Walaupun kita juga tau sampe tulisan ini direlease, KNKT masih melakukan penyelidikan dan penyebab resmi masih belum diketahui.
Nama boleh disederhanain jadi KA Anggrek, tapi layanan masih sama dan nggak ada berubah sama sekali. Pola perjalanannya juga gitu. Masih cuma berhenti di Stasiun Cirebon dan Semarang Tawang. Begitu juga di Gapeka, masih diurutan 4 teratas.
Jadwal KA Anggrek rute Surabaya Pasar Turi – Gambir Jakarta PP
Berikut adalah jadwal perjalanan KA Anggrek dari Stasiun Surabaya Pasar Turi ke Stasiun Gambir Jakarta, dan sebaliknya. Masih belum ada perubahan apapun dan ngikutin Argo Bromo Anggrek. Nama keretanya ganti per 9 Mei 2026, tapi jadwalnya udah dari 1 Februari 2025:
Rute Stasiun Surabaya Pasar Turi – Stasiun Gambir Jakarta
| KA 1 | Datang | Berangkat | KA 3 | Datang | Berangkat |
| Surabaya Pasar Turi | 09:10 | Surabaya Pasar Turi | 21:15 | ||
| Semarang Tawang | 11:59 | 12:04 | Semarang Tawang | 00:04 | 00:09 |
| Cirebon | 14:23 | 14:26 | Cirebon | 02:28 | 02:31 |
| Gambir | 16:33 | Gambir | 05:00 |
Rute Stasiun Gambir Jakarta – Stasiun Surabaya Pasar Turi
| KA 2 | Datang | Berangkat | KA 4 | Datang | Berangkat |
| Gambir | 08:20 | Gambir | 20:30 | ||
| Cirebon | 10:43 | 10:46 | Cirebon | 22:53 | 22:56 |
| Semarang Tawang | 13:05 | 13:10 | Semarang Tawang | 01:13 | 01:18 |
| Surabaya Pasar Turi | 16:05 | Surabaya Pasar Turi | 04:15 |
Nah kan, pola perjalanannya juga masih sama. Nggak berhenti kecuali cuma di dua stasiun yakni Cirebon dan Semarang Tawang. Cuma nama aja disederhanain jadi Anggrek. Tapi jiwa mah tetap Argo Bromo Anggrek, si Raja Utara.
Yuk Booking Tiketnya
Nggak ada yang berubah sama sekali. Cuma namanya aja yang ganti karena mau disederhanain. Nah, buat kamu yang belum sempat nyobain, jangan khawatir. Nama boleh aja jadi KA Anggrek. Tapi jiwanya tetap Argo Bromo Anggrek. Yuk booking Tiket nya sebelum kehabisan!


Leave a Reply