Beberapa bulan sebelum Pandemi Covid-19, kami sempat mengadakan Explore Jakarta 2019 di dua lokasi yakni Kawasan Kota Tua dan Monas. Perjalanan mulai dari Kota Tua dan berakhir di Monas. Niatnya mau ujicoba open trip eh malah keburu pandemi. Sekarang siapkah kamu untuk jelajahi keduanya?
Pendahuluan
Ceritanya baru beres vakum di 17 November 2019. Nah kepikiran deh buat jalanin lagi travel ini. Terutama kegiatan tour yang memang udah diwacanain sejak lama. Pengennya sih yang gampang dulu. Karena itu cobalah yang ada di kota sebelah dulu yakni Jakarta.
Ada dua lokasi yang dijajaki di Jakarta, Kawasan Kota Tua dan Monas. Kebetulan strategis dan nggak jauh dari Stasiun Kereta Api. Jadi kalo mau tektok tanpa nginep pun bisa. Paginya berangkat dari Bandung, malamnya udah pulang lagi.
Tahun segitu belum ada Whoosh. Jadi masih mengandalkan KA Argo Parahyangan yang kebetulan juga lagi jadi tambang cuannya PT. KAI. Hampir tiap jam ada dan tiketnya laris manis. Kalo kehabisan, pilihannya ada Kereta Api Serayu. Nah nggak hanya Whoosh, waktu itu Cikuray juga belum ada.
Uji Coba Open Trip
Sebenarnya perjalanan ke Jakarta buat ngunjungin kawasan Kota Tua dan Monas ini buat uji coba open trip. Pilih yang simpel dulu dan nggak terlalu ruwet. Setidaknya dekat ke stasiun kereta api. Jadi nggak begitu perlu sewa kendaraan.
Lagipula dan Monas ke Kota Tua, atau sebalilnya, bisa naik Transjakarta. Skenario masing-masing peserta Open Trip udah pegang kartu emoney, karena itu nggak akan ditanggung. Paling kami cuma menanggung konsumsinya aja.
Explore Jakarta 2019 Mulai dari Kawasan Kota Tua Jakarta
Perjalanan berjudul Explore Jakarta 2019, meski masih tahap ujicoba. Kegiatan mulai dari Kawasan Kota Tua Jakarta. Untuk ke sana, bisa naik KRL Commuter Line sampai Stasiun Jakarta Kota. Naik Transjakarta juga sama aja, mentoknya di situ. Seperti apa perjalanannya?
Lebih Dulu ke Jembatan Kota Intan, Salah Satu Icon Kota Tua Jakarta
Perjalanan lebih dulu mengunjungi Jembatan Kota Intan. Terlihat cukup unik, sebuah jembatan kayu berusia ratusan tahun masih berdiri kokoh di atas Kali Besar dan di tengah arus modernisasi. Jembatan ini udah ada sejak era kolonial.
Dulu Kali besar ini bisa dilayari, makanya Jembatan yang juga punya nama Wilhelmina ini bisa diangkat. Tujuannya buat ngasih perahu lewat di bawahnya. Tapi seiring berjalannya waktu, air Kali Besar terus mengalami pendangkalan dan aktivitas turun naik pun nggak diperlukan lagi.
Saat ini Jembatan Kota Intan memang nggak lagi dilewati untuk menyeberangi Kali Besar. Keberadaannya hanya sebatas monumen, dan udah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Juga jadi salah satu icon Kota Tua Jakarta.


Lanjut ke Kawasan Kali Besar
Beres dari Jembatan Kota Intan, perjalanan lanjut ke Kawasan Kali Besar. Nah di sini nampak excited banget. Kaya mau dijadiin semacam kawasan wisata bahari gitu kaya susur sungai. Penataannya bagus banget. Sayang belum dioperasiin aja. Katanya sih kawasan ini dibikin mirip sama Korea.
Museum Sejarah Kota Jakarta dan Sejarah Panjangnya
Selanjutnya kita ke Museum Sejarah Kota Jakarta, atau sering disebut Museum Fatahillah. Bangunan ini asalnya adalah kantor Gubernur Jenderal dan dulu namanya adalah Staadhuis. Awal bangunan ini ada dilengkapi penjara bawah tanah, bahkan ada ruangan khusus buat tahanan Pangeran Diponegoro.

Pernah jadi Kantor Gubernur Jawa Barat, waktu Batavia atau Jakarta masih jadi distrik dari Provinsi Jawa Barat. Pernah juga jadi markas TNI. Sekarang bangunan bersejarah ini udah jadi Museum dan salah satu destinasi yang wajib dikunjungi kalo ke Jakarta. Apalagi ke Kawasan Kota Tua, belum lengkap kalo nggak ke sini.
Masih Banyak Spot di Kawasan Kota Tua Jakarta
Sebenarnya masih banyak spot wisata lain di Kawasan Kota Tua Jakarta, selain tiga yang udah disebut di atas. Stasiun Jakarta Kota juga bagian dari sini. Terus ada Museum Bahari, Bank Mandiri, dan Bank Indonesia yang percis di seberang Stasiun Jakarta Kota.
Dekat Museum Sejarah Jakarta masih ada Museum Wayang, Museum Seni, dan Gedung Pos Indonesia. Keempatnya masih di satu lokasi dan di depannya ada Lapangan Fatahillah. Sayangnya semua belum sempat didatangi, karena keterbatasan waktu ujicoba open trip Explore Jakarta 2019.

Explore Jakarta 2019 Berakhir di Monas
Beres di Kawasan Kota Tua Jakarta, perjalanan kita lanjut ke Monas. Biasanya kalo ke sini pasti kepengen masuk dan naik ke Tugu Monas nya. Rencananya memang begitu. Tapi sayang waktu itu untuk bisa naik ke sana cuma bisa pake JakCard, kartu emoney keluaran Bank DKI (sekarang Bank Jakarta).
Karena gagal naik ke atas Monas, jadilah untuk di sini cuma sebatas keliling tamannya aja. Saat ini Monas udah jadi semacam Ruang Terbuka Hijau yang cukup luas.
Taman dengan pepohonan untuk mengurangi terik matahari. Jadi walaupun siang panasnya poll, asal ngadem di Taman itu udah cukup. Untuk kegiatan wisata sendiri selain naik ke atas juga bisa nyantai dan ngadem di taman-taman yang ada.
Sayang Keburu Pandemi
Setelah ujicoba Explore Jakarta 2019, rencana selanjunya memang mau bikin semacam Open Trip dengan rute yang sama. Sayang nggak lama setelah ujicoba itu keburu datang Pandemi Covid-19 dan berlangsung selama dua tahun. Jadilah rencana ini terbengkalai.
Mau Explore Kota Tua dan Monas? (Solo Traveling)
Untuk Open Trip atau sekarang mungkin lebih pas disebut Walking Tour seperti Explore Jakarta 2019 kami memang belum akan merencanakan. Tapi kalo kamu kepengen ngikutin seperti ujicoba Explore Jakarta 2019 itu, sini ta kasih tau caranya. Tapi untuk Solo Traveling dulu ya!
Disarakan Naik KA Cikuray, Parahyangan, atau Serayu
Pertama, kami akan arahkan kamu untuk memilih transportasinya dulu. Kalo dari Bandung mau ke dua tempat itu, kamu bisa naik KA Cikuray, Parahyangan atau Serayu.
Cikuray dan Serayu ke Pasar Senen
KA Cikuray dan KA Serayu itu sebenarnya hampir sama tujuan akhir Stasiun Jakarta Pasar Senen. Bedanya cuma stasiun pemberhentiannya, dimana KA Cikuray bisa naik dari Stasiun Bandung. Selain Kiaracondong dan Cimahi.
Nah kalo kamu pengen seperti kami yang ke Kota Tua dulu bisa ambil opsi berangkat naik salah satu dari kedua kereta ekonomi PSO tersebut. Karena dari Stasiun Jakarta Pasar Senen tinggal lanjut KRL Commuter Line ke Jakarta Kota (transit Kampung Bandan).
Tips : Kalo kamu pengen One Day Trip tanpa nginep di Jakarta, kami sarankan pilih KA Serayu Malam.
Ke Monas Dulu Disarankan KA Parahyangan
Tapi kalo misalnya kamu pengen ke Monas dulu baru Kota Tua, pilihannya KA Parahyangan yang jurusan Stasiun Gambir. Karena Stasiun Gambir ke Monas kan dekat banget. Nah selesai dari Monas baru ke Kota Tua naik Transjakarta.
Tips : Nah, untuk Opsi Monas dulu baru Kota Tua yang naik KA Parahyangan, misalnya kamu mau One Day Trip, maka kamu bisa pilih KA Parahyangan 131B yang berangkat dari Stasiun Bandung jam 05:00 WIB atau KA 135B di Jam 06.35 WIB
Oke itu tadi berangkatnya, terus gimana pulangnya? Bebas aja kalo pengennya sore maka KA Cikuray adalah pilihan pas. Apalagi kalo ambil opsi Monas dulu baru Kota Tua. Nah dari Stasiun Jakarta Kota tinggal naik KRL Commuter Line ke Stasiun Jakarta Pasar Senen (transit Kampung Bandan dan Gang Sentiong).
Ini Kalo Mau Ngikutin Kaya Explore Jakarta 2019
Sedangkan untuk Kota Tua dulu baru Monas seperti kami di Explore Jakarta 2019 berarti pulangnya naik KA Parahyangan 134B dari Stasiun Gambir jam 18.25 WIB. Ini juga bisa jadi opsi untuk Monas ke Kota Tua ya.
Jadi selesai Kota Tua tinggal naik Transjakarta lagi (transit di Halte Monas). Apalagi kalo nggak mau ribet transit KRL dua kali di Kampung Bandan dan Gang Sentiong.
Boleh Nggak Naik Whoosh? (Opsi Seperti Explore Jakarta 2019)
Silakan aja kalo memang pengen, tapi seperti kamu ketahui juga, Whoosh ini nggak sampe ke Pusat Kota Jakarta. Perjalanannya berakhir di Stasiun Halim. Untuk sampai ke sana, kamu masih harus transfer ke LRT Jabodebek dulu.
Tapi kalo memang pengen sih, begitu nyampe Stasiun Halim langsung aja pindah ke LRT Jabodebek. Ambil arah Dukuh Atas nanti turun di Stasiun Cikoko, transfer naik KRL dari Stasiun Cawang. Nah, Cikoko dan Cawang kan nyambung. KRL nya sampai mentok ya di Stasiun Jakarta Kota.
Kalo kamu mau naik Whoosh, gunakan seperti kami waktu Explore Jakarta 2019. Kota Tua dulu baru Monas.
Kereta Biasa atau Whoosh Ada Plus Minus nya
Bebas aja mau pilih opsi manapun, masing-masing ada plus minusnya. Untuk One Day Trip tanpa nginep, memang enakan Whoosh, walaupun agak ribet transit-transitnya. Jadwalnya juga lebih banyak dari Cikuray, Parahyangan, dan Serayu. Kekurangan di transit itu.
Sedangkan kereta biasa, ada yang bisa langsung ke lokasinya. Contoh Parahyangan itu bisa langsung dari/ke Monas, karena dekat Stasiun Gambir. Minusnya jadwal terbatas, nggak sebanyak Whoosh. Begitu juga waktu tempuh yang 3 jam-an.
Jangan Lupa Booking Tiket-nya di Sini!
Mau naik Kereta Biasa atau Whoosh, booking tiketnya tetap di satu tempat. Mana lagi selain di sini? Mugen Manglayang ID Tour and Travel? Gampang kok tinggal klik aja tombol di sebelah, udah itu pilih KAI atau Whoosh.


Leave a Reply