Bendung Tirtonadi Solo : Pertemuan Tiga Sungai

Bendung Tirtonadi Solo _ Bertemunya Tiga Sungai di Kota Solo

Taukah kamu di sebelah utara Terminal bus utama Kota Solo ada bendungan karet yang jadi titik pertemuan tiga aliran sungai di kota tersebut? Namanya Bendung Tirtonadi Solo. Di situ juga ada taman yang bisa kamu jadiin tempat buat healing. Siap buat berkunjung ke sana?

Pendahuluan

Sadar atau nggak, ternyata ada tiga sungai yang mengalir di Kota Solo. Ketiganya masih merupakan anak sungai Bengawan Solo yang jadi sungai utama di sana sekaligus yang terpanjang di Pulau Jawa.

Sayang udah lama ketiganya itu dalam kondisi miris. Bahkan tiap datang musim hujan pastilah banjir. Secara nggak sedikit pemukiman berdiri di bantarannya.

Namun hal itu seketika berubah dengan adanya sebuah bendungan karet yang berdiri tepat di sisi utara Terminal Tirtonadi, terminal bus utama dan terbesar di Kota Solo. Tepat di aliran salah satu dari tiga sungai itu, sekaligus jadi titik pertemuan dengan dua sungai lainnya.

Bendungan tersebut bukan sekedar buat pengendali banjir. Keberadaan taman menjadikannya salah satu destinasi wisata yang mesti dikunjungi manakala traveling ke Kota Solo. Bendungan apakah itu? Gimana caranya ke situ dan berapa harga tiket masuknya?

Bendung Tirtonadi Solo Dibangun 2016-2018

Biasanya kalo udah ngomongin Kota Solo pikiran kita bakal tertuju ke sosok “mantan presiden” yang menjabat dua periode (2014-2024). Salah satu proyek di Kota Solo yang kebetulan dibangun ketika beliau menjabat itu adalah Bendung Tirtonadi Solo.

Sesuai nama dan posisinya yang percis di sisi utara Terminal Tirtonadi yang udah terintegrasi sama Stasiun Solo Balapan. Bendungan ini dibangun mulai tahun 2016 dan beres 2018 oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Latar belakang pembangunan ialah kondisi bantaran Kali Pepe sampe ke Kali Anyar yang dipenuhi pemukiman penduduk. Sehingga sungai mengalami penyempitan. Hal itu sering menimbulkan banjir manakala musim hujan datang.

Karena itu pemerintah menata lagi bantaran tersebut dengan merelokasi sekitar 194 kepala keluarga dan 2.035 makam, termasuk diantaranya Makam Putri Solo bernama Putri Cempo.

Setelah merelokasi, bantaran itu dibongkar lalu dibuat bendungan dan ruang terbuka hijau (RTH) atau taman.

Bertemunya Tiga Aliran Sungai Kota Solo : Kali Pepe, Gajah Putih, dan Anyar

Bendung Tirtonadi Solo tepat berada di titik pertemuan tiga aliran Sungai yang ada di Kota Solo. Mulai dari Kali Pepe, Kali Gajah Putih, dan Kali Anyar. Coba aja bayangin kalo nggak dibenahi. Titik pertemuan dipenuhi bangunan udah jelas bakalan kebanjiran kalo hujan.

Kali Pepe sebenarnya adalah sungai terpanjang yang hulunya di Gunung Merapi Kabupaten Boyolali. Terus ngalir sampe ke kawasan Pasar Gedhe Surakarta dan akhirnya bermuara di Sungai Bengawan Solo.

Kali Gajah Putih, merupakan anak Sungai Bengawan Solo yang mengalir di wilayah utara Kota Solo. Kali Anyar adalah sungai buatan yang dibangun oleh Pemerintah Kolonial Belanda, bersama Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran tahun 1922.

Kali Anyar ini jadi semacam drainase yang motong aliran Kali Pepe di daerah Tirtonadi. Tujuan awal pembangunannya sebagai proyek penanggulangan banjir di era kolonial. Walaupun dalam perjalanan malah banyak berdiri pemukiman kumuh di bantarannya.

Tepat di titik awal Kali Anyar inilah Bendung Tirtonadi Solo berdiri. Selain buat penanggulangan banjir, juga sebagai tempat wisata.

Sistem Bendungan Karet di Bendung Tirtonadi Solo

Bendungan Karet adalah bendung gerak yang terbuat dari tabung karet mengembang buat pembendungan air. Cara pengoperasiannya air atau udara dipompa untuk menahan aliran air. Tabung karet yang disebut juga kantong udara. Model gini juga nggak jarang disebut bendungan tiup.

Gunakan Sistem Bendungan Karet

Nah, begitu karet menggelembung, aliran sungai akan terbendung sehingga tinggi muka air jadi terangkat. Sebaliknya kalo karetnya dikempesin, otomatis tinggi muka airnya turun sesuai kebutuhan.

Metode ini yang dipake di Bendung Tirtonadi Solo. Jadi begitu musim hujan, karetnya dikempesin buat ngelancarin aliran sungai. Sebaliknya di musim kemarau, karet itu dikembangin buat naikin muka air yang nantinya bakal cadangan air.

Dwifungsi Bendung Tirtonadi Solo

Buat generasi millenial yang besar di tahun 1990-an, pastinya nggak asing sama istilah Dwifungsi ABRI. Eits, ini bukan Dwifungsi ABRI yang dimaksud itu lho, melainkan Dwifungsi Bendung Tirtonadi Solo! Apa aja nih dua fungsi utama tersebut?

Pertama buat pengendali banjir. Dengan kata lain, mengembalikan fungsi Kali Anyar sebagaimana tujuan pembangunannya dulu di zaman Belanda. Secara Bendung Tirtonadi Solo posisinya di aliran kanal buatan itu. Tepatnya Titik Nol Kilometer-nya.

Taman Bendungan Tirtonadi sebagai Destinasi Wisata

Kedua, selain bendungan karet, BBWS juga membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau Taman din kedua sisi bantaran selatan Kali Anyar. Tepat di seberang Terminal Bus dan samping Jalan Popda. Taman ini nyatu sama bendungan. Makanya juga dikenal sebagai Taman Tirtonadi dan Taman Bendungan Tirtonadi.

Dua Nama Satu Lokasi

Oh iya, kok ada dua nama ya? Satu Taman Tirtonadi, dan satunya lagi pake embel-embel Bendungan. Jadi gini, Taman Tirtonadi itu lebih ke posisinya yang memang percis di seberang Terminal.

Sedangkan satunya lagi ada di akses masuk ke Bendung Tirtonadi Solo. Lebih ke Jalan Popda. Boleh jadi inilah yang jadi alasan taman di Jalan Popda itu pake embel-embel Bendungan.

Walaupun punya dua nama, sebenarnya posisi kedua Riverside Park ini masih di satu lokasi. Manalagi kalo bukan Bendung Tirtonadi Solo.

Biasanya Buat “Healing” Penumpang Bus (Nggak Harus Sih)

Kedua taman ini mengusung konsep Riverside Park, dan jadi destinasi wisata yang bisa kamu kunjungi saat traveling ke Solo. Biasanya, penumpang yang baru turun dari bus nyempetin dulu healing di sini. Secara posisinya percis seberang terminal.

Tapi siapapun boleh kok ke sini. Nggak harus jadi penumpang bus dulu. Naik kereta pun boleh banget. Secara udah ada skybridge kan? Tinggal nyeberangin itu aja ke arah terminal. Udah gitu langsung nyeberang jalan menuju Taman Tirtonadi dan Taman Bendungan Tirtonadi.

Oh iya, harusnya waktu ke prank Bus Solo Jogja di Drama Jogja 2020 itu pas turun nggak buru-buru ke skybridge ya? Tau gitu ke taman ini aja buat ngelepas penat gegara diprank bus bumel itu. Tapi udahlah, itu kan udah berlalu. Udah terjadi, terjadilah!

Nggak Boleh ke Jembatan Kaca? Masih Ada Jembatan Keris!

Oh iya, di tengah Bendung Tirtonadi Solo sebenarnya ada jembatan kaca. Sayang itu nggak dibuka untuk umum. Cuma buat pegawai BBWS aja. Tapi jangan khawatir, sebagai gantinya masih ada Jembatan Keris di dekat perempatan Terminal Tirtonadi.

Dua Fungsi Pengendali Banjir dan Destinasi Wisata

Aslinya Jembatan Kali Anyar dan udah lama ada. Cuma karena dibangun Tugu Keris barengan sama Taman dan Bendung Tirtonadi Solo, jadi aja punya nama baru Jembatan Keris, yang juga punya jalur pedestrian yang menghubungkan dua sisi taman yang dipisah aliran Kali Anyar.

nggak boleh jembatan kaca jembatan keris pun jadi

Jembatan ini menghubungkan Perempatan Tirtonadi dan Simpang Nusukan. Nah di situ, jalan rayanya bercabang dua. Satu Jalan Kapten Tendean ngarah ke Simpang Joglo dengan jembatan kereta barunya yang sekarang jadi salah satu spot favorit hunting kereta.

Satunya lagi jalan Nuyu ke Astana Oetara, salah satu museum dan situs sejarah Mangkunegara VI. Jalan itu juga nantinya ketemu sama Jalur Rel Kereta Semarang Solo.

Q&A Taman dan Bendung Tirtonadi Solo

Oke setelah penjelasan panjang lebar di atas, boleh jadi ada pertanyaan di benak kamu. Berikut adalah pertanyaan yang boleh jadi sering ditanyakan sama kamu terutama bila mau kunjungan ke sini.

Oh iya sekalian foto aslinya ya. Karena di sepanjang artikel tadi fotonya semua diedit pake efek anime:

foto Asli Taman Bendungan Tirtonadi

Apakah Taman Bendungan Tirtonadi Buka 24 Jam?

Seperti taman pada umumnya, Taman Bendungan Tirtonadi di Jalan Popda dan Taman Tirtonadi seberang Terminal Bus juga buka 24 jam. Jadi kalo kamu misalnya mau ngunjungin taman ini di malam hari itu boleh. Cuma bisa jadi sepi dan faktor keamanan juga mesti kamu pertimbangkan.

Bendung Tirtonadi Solo dan Jembatan Kaca nya

Berapa Harga Tiket Masuk Taman dan Bendung Tirtonadi Solo?

Baik kedua taman maupun Bendung Tirtonadi Solo itu nggak pake tiket masuk alias Gratis. Tapi meskipun gitu, kamu paling cuma bisa ke tamannya aja. Karena itu tadi, bendung Tirtonadi Solo terutama Jembatan Kaca nya adalah area terbatas yang nggak dibuka untuk umum. Kalo tamannya sih bebas ya.

Area Terbatas di Bendung Tirtonadi Solo

Bagian Mana Area Terbatas di Bendung Tirtonadi Solo?

Patokannya adalah pintu pagar. Jadi kalo misalkan kamu jalan di Riverside Park dan ketemu pagar, nah itulah batas antara area publik dan area terbatas. Tentunya yang benar-benar steril itu bangunan yang terhubung sama jembatan kaca. Karena disitulah pusat kendalinya. Cuma pegawai BBWS aja yang bisa masuk situ.

Nggak Boleh Jembatan Kaca masih ada Jembatan Keris

Apa Aja Aktivitas yang Bisa Dilakukan Di Sini?

Satu yang pasti adalah healing dan menikmati pemandangan Kali Anyar, Jembatan Kaca, dan Tugu Keris tepat di Jembatan Kali Anyar. Di sini kamu juga bisa foto-foto ya. Jadiin jembatan kaca atau tugu keris buat objek. Nah kalo lagi beruntung, kamu bisa dapetin foto Jembatan Kaca dengan latar Gunung Merapi dan Merbabu. Gitu juga di sisi Tugu Keris bisa dapet latar Masjid Syekh Zayed.

Kesimpulan

Bendung Tirtonadi Solo dibangun pada 2016-2018. Mulai dibuka dan beroperasi tahun 2019. Posisinya di Titik Nol Kilometer Kali Anyar yang memotong aliran Kali Pepe dan titik pertemuan sama Kali Gajah Putih. Kali Anyar sendiri adalah drainase yang udah ada sejak 2022.

Menggunakan sistem bendungan karet dan memiliki dua fungsi sekaligus yaitu:

  • Pengendali Banjir, dimana waktu musim hujan karet akan kempes buat ngelancarin aliran air di sungai. Begitu kemarau, karet digelembungin supaya muka air sungai naik yang sekaligus bisa buat cadangan air.
  • Sebagai destinasi wisata, lewat Taman Tirtonadi dan Jembatan Keris-nya. Mau sekedar healing atau buat foto-foto.

Seperti taman pada umumnya, Taman Tirtonadi yang ada di dua sisinya, buka 24 jam. Kedua riverside park itu terhubung jalur pedestrian tepat di atas Jembatan Kali Anyar atau Jembatan Keris yang juga hubungkan perempatan Tirtonadi dan Simpang Nusukan.

Lokasi Taman dan Bendung Tirtonadi Solo

Nah buat kamu yang pengen berkunjung ke sini, berikut ini adalah lokasinya ya:

Untuk rute transportasi umum, gampang aja, semua Bus BST (Batik Solo Trans), Feeder BST, dan Transjateng rute Terminal Tirtonadi Solo:

NamaKoridorRelasiHalte atau Bus Stop
Bus Batik Solo TransK4STerminal Kartasura – Terminal PalurTerminal Tirtonadi
Feeder Batik Solo TransFD7Pasar Klewer – RSUD NjipangTerminal Tirtonadi
Bus TransjatengS01Terminal Tirtonadi-SumberlawangTerminal Tirtonadi
Bus TransjatengS02Terminal Tirtonadi-WonogiriTerminal Tirtonadi

InSyaaAlloh Masih Lanjut (Dibikin Trilogi)

Pembahasan tentang Taman dan Bendung Tirtonadi Solo inSyaaAlloh masih lanjut ke Taman Tirtonadi dan Jembatan Keris (Kali Anyar). Jadi mau dibikin trilogi.

Karena yang ini lebih fokus ke Bendungan Karet dan Taman yang di sisi Jalan Popda (utara). Next yang akan kita bahas adalah sisi selatannya: Taman Tirtonadi. Posisi percis di seberang terminal. Nggak jarang juga disebut Taman Selatan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *