Aturan Bagasi Garuda Berubah! (Pake Piece Concept)

01 Aturan Bagasi Garuda Berubah (Pake Pieces Concept)

Buat kamu yang biasa terbang bersama airline kebanggaan nasional, Aturan Bagasi Garuda Berubah per 1 September 2026 mendatang. Hitungan bagasi nggak lagi per kilogram, tapi diganti ke Piece Concept sesuai standard penerbangan internasional. Wah apa nih ya Pieces Concept?

Pendahuluan

Siapa yang pernah atau sering traveling naik Garuda Indonesia? Tiketnya boleh aja mahal. Tapi wajarlah namanya juga Full Service, dimana kamu akan dapat service makan dan layanan lain yang mungkinn nggak bisa ditemui di Low Cost Carrier (LCC).

Salah satu yang jadi kelebihan utama Garuda adalah jatah bagasinya yang besar. Bayangin kalo LCC kan ada kalanya bagasi itu nggak termasuk dan kamu harus beli terpisah. Nah beda kalo di full service kaya Garuda, dimana bagasi udah termasuk komponen harga tiket. Biasanya kuota besar.

Tapi ada kabar terbaru yang boleh jadi nggak begitu enak di kamu. Mulai 1 September 2026, aturan bagasi di maskapai kebanggaan Indonesia ini berubah. Lho, apakah akan berbayar juga kaya LCC? Nggak sih, tapi perhitungan bagasinya yang berubah. Jadi kaya gimana ya?

Aturan Bagasi Garuda, Semula Dihitung Akumulasi Berat (Weight Based Calculation)

Nah yang kita tau selama ini, aturan bagasi Garuda itu hitungannya akumulasi total berat bagasi per kode booking. Model ini dikenal dengan nama Weight Based Calculation.

Ilustrasinya gini, misalnya jatah dari Garuda itu 30 kg. Sedangkan kamu jalan ber-6. Nah kalo masing-masing itu bawa bagasi, berarti total semuanya di 30 kg. Itu artinya per pax dapat kuota 5 kg bagasi. Gimana kalo ada yang lebih? Harus bayar bagasi tambahan.

Mulai 1 September 2026, Weight Based Calculation bakal diganti sama metode baru yaitu Piece Concept. Metode ini udah dipake di hampir semua maskapai luar negeri.

Apa Itu Piece Concept?

Jadi bagasi di hitung satuan. Misalnya kamu pergi ber-6, nah 30 kg nya itu dihitung per piece, atau kalo masing-masing ambil bagasi, berarti masing-masing punya jatah maksimum 30 kg.

Gitu juga kalo kamu pulang bawa oleh-oleh. Selama masih pake Weight Based Calculation, itu bakal dihitung akumulasi sama barang bawaan lainnya yang masuk bagasi. Nah di Aturan Bagasi Garuda yang baru ini, oleh-oleh itu dihitung sendiri dengan batas maksimal 30 kg.

Sebenarnya Lebih Enak Mana ya? Model Lama atau Baru?

Dari sisi airline sih, jelas metode baru piece concept ini lebih enak dan nggak ribet. Karena bagasi di hitung per piece bukan lagi akumulasi. Tapi kalo dari sisi kita sebagai penumpang memang bakal ada pro kontra sih.

Ada yang mendukung Aturan Bagasi Garuda yang pake piece concept. Karena mungkin ngerasa lebih simpel. Tapi mungkin aja ada yang kurang setuju dan lebih memilih pake Weight Based Calculation. Apalagi kalo bawa belanjaan oleh-oleh, memang lebih pas metode lama.

Aturan Bagasi Garuda Berdasarkan Kelas dan Penerbangan

Tentunya aturan bagasi Garuda ini penerapannya akan beda kalo dilihat jenis penerbangan dan kelasnya. Kuota maksimum bagasi per piece untuk Domestik jelas beda sama Internasional.

Begitu juga Kelas Ekonomi dan Bisnis/First Class. Berikut rincian perbedaan berat bagasi maksimum berdasarkan jenis dan kelas penerbangan:

Kelas PenerbanganDomestikInternasional
Economy Class23 kg/piece23 kg/piece
Business/First Class32 kg/piece32 kg/piece

Berdasarkan rincian di atas, ambil contoh nih misalnya kamu mau terbang ke Solo naik Garuda ambil kelas ekonomi itu kuota per piece nya sama kaya ke Jepang, yaitu 23 kg. Begitu juga untuk Business/First Class kuota per piece domestik dan internasional nya sama.

Aturan Bagasi Garuda yang Baru, Gimana Nih Hitungannya?

Masih bingung sama Aturan Bagasi Garuda yang bakal berlaku 1 September 2026 nanti? Oke, biar nggak bingung, ta kasih gambaran lagi nih, biar makin jelas:

Kasus ke-1 : Penerbangan Domestik Ekonomi

Koper 1Koper 2TotalKeterangan
20 kg15 kg35 kgBoleh
23 kg23 kg46 kgBoleh
21 kg25 kg46 kgNggak Boleh

Catatan: Rute Internasional kuota per piece nya sama 23 kg. Hitungannya juga sama kaya di atas.

Kasus ke-2 : Penerbangan Internasional Business/First Class

Koper 1Koper 2TotalKeterangan
30 kg22 kg52 kgBoleh
32 kg32 kg64 kgBoleh
31 kg33 kg64 kgNggak Boleh

Catatan : Rute domestik kalo ambil Business/First Class Garuda Indonesia sama punya kuota 32 kg per piece. Hitungannya sama kaya di atas.

Aturan Bagasi Garuda Udah Cukup Besar

Sebagai Full Service, Garuda Indonesia sejatinya udah ngasih jatah bagasi cukup besar yakni 23 kg untuk economy dan 32 kg untuk business/first class. Walaupun dihitungnya per piece. Dengan model baru ini harusnya jadi lebih simpel dan nggak ribet.

Sebagai Full Service Jatah Bagasi Garuda Termasuk Besar

Ini jelas beda sama LCC yang jatahnya lebih kecil bahkan ada yang nggak ngasih sama sekali. Harus beli secara terpisah.

Nggak Ada Hubungan Sama Reaktivasi Husein Sastranegara (Standardisasi)

Bandara Husein Sastranegara memang akan dibuka lagi buat penerbangan pake pesawat jet dan Garuda Indonesia adalah salah satu airline yang udah ngajuin slot buat terbang dari Bandara di dekat Pusat Kota Bandung itu. Namun aturan bagasi Garuda nggak ada hubungannya sama itu.

Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara mulai aktif lagi 17 September 2026. Sementara Aturan Bagasi Garuda yang baru efektifnya tanggal 1 September 2026.

Kondisi bandara itu sendiri jelas nggak bisa mengakomodasi pesawat wide body dan maksimum cuma bisa layani narrow body sekelas Boeing 737 atau Airbus 320. Landasan pendek sehingga susah buat ngangkut secara maksimal. Tapi sekali lagi nggak ada hubungannya ya.

Jadi sebenarnya perubahan ketentuan dari Weight Based Calculation ke Piece Concept lebih ke standardisasi aja. Supaya ngikutin standard umum maskapai penerbangan luar negeri. Jelas make sense apalagi Garuda itu bagian dari Aliansi Sky Team.

Kesimpulan

Mulai 1 September 2026, Aturan Bagasi Garuda berubah dari Weight Based Calculation ke Piece Concept, yakni perhitungan berat bagasi dihitung per satuan (piece). Economy Class dapat kuota 23 kg/piece dan Business/First Class di 32 kg/piece. Ilustrasi penerapan:

  • Economy Class : Jika koper 1 beratnya 23 kg dan koper 2 juga 23 kg itu boleh. Tapi kalo koper 1 cuma 20 kg sementara koper 2 nya 25 kg itu yang nggak boleh.
  • Business/First Class : Jika koper 1 dan 2 masing-masing punya 32 kg itu boleh. Sementara itu jika koper 1 nya di 30 kg dan koper 2 nya 35 kg baru nggak boleh.

Penerapan aturan baru ini semata buat standardisasi aja supaya nggak jauh beda sama airline lainnya di luar negeri. Jelas nggak ada kaitannya sama Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung 17 September 2026 nanti. Dimana Garuda udah ngajuin slot rute penerbangan.

Mau Terbang Bersama Garuda Indonesia ?

Penasaran nih mau coba langsung Aturan Bagasi Garuda yang udah pake Piece Concept. Oke, bisa langsung booking tiketnya di sini. Tinggal klik aja tombol di sebelah.

Tips: Booking Penerbangan setelah 1 September 2026 ya, kalo mau jajal Piece Concept. Karena Agustus masih pake Weight Based Calculation.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *